Celeng! Satu kata yang akrab banget ditelinga para penghuni XI IPA-1. Kalo ditanya "Liat si Celeng kaga?" pasti anak-anak bakal nunjuk satu orang. Ya.. Cowok berkacamata hitam yang dari kecil cita-citanya jadi arsitek terkenal. Penyandang nama Marcel Adrian dengan status lajang tapi banyak yang ngantri. Tampangnya ganteng dengan rambut tebal lurus yang bikin style dia makin kece. Walau masih kelas sebelas jangan salah nih jangankan adik
kelas, kakak kelas cewek aja banyak yang naksir dia. Marcel seneng ngegodain cewek-cewek yang naksir sama dia sampe muka mereka merah kemudian ia pun tersenyum puas. Di sebelahnya duduk seorang gadis manis, cewek pemilik nama lengkap Karin Alexandria ini lumayan jago dalam urusan ketenangan, salah satu atlet basket sekolah, penyuka musik dan senang sekali fotografi. Kalo soal cinta susah deh cewek ini begitu dingin soal itu. Bersama dengan Rachel Clarine si cewek tomboy yang doyan banget sama es krim mereka sama-sama penyetak angka sekaligus orang yang paling berpengaruh di tim. Sepupu kandung dari Marcel ini berada di kelas XI IPS 3 dia emang satu rumah sama Marcel karena orang tuanya meninggal berapa tahun yang lalu kecelakaan kapal saat ke Lampung. Intip ke kelas XI IPA 2, dengan nama panjang Calista Silvia, ia bukan hanya menyandang nama cantik itu tapi wajah cantik nya emang bikin dia jadi primadona sekolah. Cewek pecinta fashion ini selalu bawa kaca kemana-mana. Cita-citanya seorang designer. Teman sebangkunya adalah Handy Ryuuto, cowok ganteng abis ini keturunan Jepang Indonesia. Perawakan cool dan cuek bikin cewek-cewek pada klepek-klepek, dia jago dalam hal memasak, kalo lagi ngumpul dengan empat sahabatnya itu pasti dia kebagian kerjaan bikin makanan. Sampai sekarang belum kedengeran Handy punya pacar atau seenggaknya suka sama cewek.
Hari demi hari kelima sahabat ini udah lewatin, persahabatan mereka terjalin sejak masuk SMA tapi nggak untuk Calista yang murid baru di awal masuk kelas sebelas. Siapa sih yang nggak kenal Calista, primadona sekolah ini banyak diincer kakak kelas cowok, salah satunya El alias Gabriel. Atlet futsal sekolah yang nggak kalah keren nya dari Marcel ataupun Handy.
Esok hari di kelas, sebuah pesan bbm masuk ke ponsel Karin.
*Gue tunggu di toilet, cepet ye*
10 menit kemudian setelah keluar dari toilet bersama Rachel, kemudian mereka memusatkan perhatian ke meja piket.
"Rin.. Bel'in yukk" cengir Rachel
"hm..ayoo!" Karin dan Rachel menuju meja piket dekat ruang guru. Rachel mengendap-endap menekan bel sebanyak 4x tanda pulang membuat Pak Wahyu yang sejak tadi tertidur pun kaget, mereka berdua buru-buru ngacir ke kelas masing-masing. Karin terbirit-birit merapikan buku ke dalam tas, dengan santai Marcel menegur Karin, sentak Karin terkejut ia pikir Marcel udah keluar kelas menunggu di kantin sekolah seperti biasa. Dengan perasaan tenang Karin melanjutkan aktifiktasnya. 2 orang gadis datang menghampiri kelas ini, Eva dan Sandra. Yah kayak biasanya Eva memohon Marcel buat ikut ke acara makan-makan keluarga nya tapi kali ini untuk hari ulang tahunnya yang tepat hari ini. Marcel langsung ngerangkul Karin.
"sorry nih,Va. Gue udah ada janji mau ke rumah Lista, ya kan Rin?" katanya santai. Jelas Karin kaget dengan perlakuan itu, ia hanya menganggukan kepala. Masuklah Calista sambil teriak-teriak meminta Marcel dan Karin mempercepat langkah keluar kelas. Tapi saat itu senyum Marcel makin melebar, dia langsung berganti merangkul Calista, cewek itu hanya menatap Marcel dengan alis nya yang naik sebelah. Beberapa kali Calista ingin melepas tangan Marcel dari bahunya namun langsung dicubit Marcel. Eva yang tidak percaya terus memaksa Marcel ikut dengannya. Calista pun akhirnya dengan sinis mengatakan Marcel ada janji dengan dirinya. Wajah Eva sukses tertekuk karena memang hubungannya dengan Calista kurang baik. Ia berjalan keluar kelas namun Marcel memanggilnya kembali untuk mengatakan selamat ulang tahun. Disusul Karin dan Calista ikut mengucapkan. Di luar sana Handy dan Rachel ikut mengucapkan dengan nada meremehkan. Setelah sadar, Calista marah-marah karena Marcel mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mereka berdua emang begitu, momennya nggak pas aja pasti langsung adu mulut.
Memasuki bulan ketiga menjadi murid kelas sebelas, banyak yang ngirim surat-surat nggak jelas ke Marcel. Hal ini membuat keempat sahabatnya ikut kebingungan mencari siapa pelakunya. Beberapa surat tertera nama pengirim tapi ada satu surat misterius yang menarik isinya beberapa rahasia besar Marcel yang sangat ditutupinya, kepada siapa dia pernah menceritakan rahasia itu palingan Karin tapi sepertinya ia tidak merasa mengatakan rahasia yang itu, Karin emang pendengar setia Marcel. Beberapa kali dalam sebulan ini hal itu terjadi sampai bikin persahabatan mereka hancur karena perdebatan saat ingin menemukan pelaku walau tidak berhasil. Sampai akhirnya seorang gadis kelas 10 menghampiri Marcel di pinggiran lapangan basket saat si pelaku meminta Marcel bertemu dengannya jika ingin tau siapa dia sebenarnya. Shirley, seseorang yang jatuh cinta pandangan pertama kali sama Marcel yang berani nongol depan muka Marcel nggak seperti kebanyakan adik kelas yang suka sama Marcel. Shirley menanyakan perihal surat yang tempo hari ia taruh di kolong meja Marcel. Sentak Marcel menyadari pelaku nya menyerahkan diri!! Permasalahan ini pun terselesaikan dengan hadirnya Shirley, hanya Handy yang tidak berkomentar karena sejak awal ia menyukai Shirley. Ia hanya bisa mengatakan "jangan bikin Shirley nangis" kepada Marcel setiap kali mereka terdengar sedang tidak baik.
Kelas Rachel hari ini diajar guru-guru killer, tapi dijam kedua pelajaran matematika, seorang murid kelas 12 IPA 1 memasuki kelas nya karena ingin meminta buku pada guru matematika. Rachel membeku seketika, Diaz teman sebangkunya hanya menatap dingin wajah temannya itu ketika melihat kakak kandung nya masuk ke kelas ini. Rachel emang tertutup pada Diaz, yang tahu kalo Rachel jatuh cinta banget sama Zidan ya cuma Karin. Tapi sakit nya, Zidan mulai mendekati Calista. Rachel emang nggak ngomong tapi dia ngerasain sakitnya. Diaz yang diam-diam menyadari perasaan Rachel merasa kalah dengan kakaknya, nggak dipungkiri kalau ia juga menyukai Rachel dengan seluruh kepribadian gadis itu. Semakin hari Rachel melihat Calista dekat dengan Zidan sampai suatu ketika di halte bus dekat rumah Zidan, Rachel berteduh karena kehujanan sehabis pulang les, Marcel sibuk untuk dihubungi hingga dia menelpon Diaz untuk menjemputnya. Tapi diperjalanan Rachel pucat, karena takut Diaz membawanya kerumahnya. Di sana hadir Calista dan Zidan ngobrol di ruang tamu. Diaz masuk menggotong Rachel yang meringkuk kedinginan. Jelas aja mereka berdua kaget. Setelah perdebatan antara adik dan kakak yang mengkhawatirkan keadaan Rachel, Zidan udah nggak tahan buat bilang...
"iya!! Gue suka sama dia, gue nggak kayak elo yang berani rangkul bahkan nyubit pipinya pas di kantin kemaren. Gue emang pengecut nggak berani deketin dia, gue minta Calista bantu gue deket sama Rachel. Puas lo!!" teriaknya pada adik kandungnya itu sampai membuat Rachel kaget bukan main. Zidan menghampiri Rachel dan benar-benar jujur tentang perasaannya. 1 minggu kemudian, mereka resmi jadi sepasang kekasih. Mungkin urusan Rachel dan Zidan udah selesai, pikir Calista. Pulang sekolah, El mengajak Calista pulang bareng. Sampai di depan rumah, El mengatakan bahwa ia ingin Calista jadi pacarnya. Tanpa embel-embel lagi keesokannya mereka udah gandengan tangan. Ada sepasang mata menatap hal itu tidak suka tapi ia memilih diam tanpa membahasnya sama sekali.
Shirley mendatangi kelas Marcel mengantarkan kotak makan berisi kue bolu pisang buatannya, setelah itu mereka berbincang-bincang di kantin. Karin dan Handy datang menghampiri pasangan itu dengan membawa makanan masing-masing. Walau satu meja, mereka sibuk mengobrol dengan orang di sampingnya masing-masing. Terasa hampa hari ini, sudah jarang bermain bersama setelah pulang sekolah. Karin duduk termenung di sofa kamarnya setelah 2 jam yang lalu sampai di rumah. Sebuah pesan bbm masuk dari Calista.
*Rin, si Marcel putus sama Shirley tapi ribut sama Handy, gimana dong*. Karin bergegas menuju rumah Marcel. Baru aja memasuki ruang tamu, keempat sahabatnya telah duduk hampa di sofa dengan wajah termenung. Calista menceritakan yang terjadi, Shirley habis dimaki-maki Marcel depan Calista, Rachel dan Handy hanya karena selalu mendesak nya untuk ikut lomba baca puisi di sekolah. Ya! Shirley memaksa Marcel untuk mengikuti lomba dibidang favoritnya itu. Handy jelas marah cuma karena persoalan itu banyak omongan Marcel yang diakui bikin sakit hati. Marcel emang udah bosan dengan Shirley, cewek yang suka maksa itu. Tapi akhirnya masalah ini selesai setelah maaf-maafan.
Naik kelas 12, Handy resmi jadi pacar barunya Shirley, udah nggak ada lagi pertengkaran di antara dia dan sahabatnya. Sepertinya Marcel memikirkan seseorang. 2 bulan yang lalu, Calista putus sama El dengan tragis, menamparnya di kantin gara-gara cowok itu ketauan selingkuh sama Bintang teman sebangku El di kelas. Sehabis ditampar, dan dicaci maki, Calista menyiramnya dengan minuman salah satu adik kelasnya yang ada di meja. Hal itu membuat El pengen bales dendam. Hari ini pulang sekolah, Marcel mengusulkan untuk main di rumah Calista karena gadis itu tidak masuk hari ini. Pesan sms masuk di ponsel Calista, mengajaknya ketemuan di sebuah lokasi tak dikenal di bawahnya tertera nama Marcel. Jam 6 sore ini ia berangkat ke alamat itu dengan sebuah taxi, tapi Marcel dan kawan-kawan berada di belakang taxi memperhatikan Calista yang tidak tahu akan kemana. Di ikutinya taxi itu sampai ditujuan namun bermasalah sedikit dengan warga yang lewat depan komplek tempat yang Calista tuju, sudah kehilangan taxi nya pula. Sedikit berdebat dengan supir taxi karena alamat yang dituju merupakan kawasan jarang dikunjungi setelah kebakaran terjadi berapa tahun lalu. Calista turun dari taxi dan menunggu di tengah komplek pabrik yang kini menjadi puing sisa kebakaran. El dan kawan-kawannya datang mengejutkan, tujuannya adalah memberi pelajaran Calista, didekatinya gadis itu dengan senyum iblis yang mengambang. Teriakan Calista yang sekarang sudah terjatuh di pinggiran semak-semak akhirnya membuat sahabatnya datang menyerbu. Handy yang tangani masalah ini, menyuruh mereka pergi atau melaporkan kejadian ini ke polisi dengan tuduhan percobaan pemerkosaan serta laporan kepada kepsek karena Handy merupakan murid kesayangan kepsek. Marcel yang hampir emosi kemudian menghampiri Calista dan memeluknya, membuat Rachel dan Karin tersingkir. Di mobil Calista hanya menangis karena kebodohannya. Keesokan hari nya, Karin mendapati teman sebangku nya berwajah murung. Setelah lama membujuk Marcel untuk nggak sedih akhirnya Marcel mengatakan dia khawatir sama Calista, meminta Karin untuk tetep temenin Calista karena mereka sesama perempuan, nggak selamanya Marcel ada di samping Calista. Hal itu membuat kemurungan berpindah di wajah Karin. Ia ikut khawatir, khawatir yang berbeda.
3 minggu yang lalu anak kelas 12 di seluruh Indonesia telah menyelesaikan Ujian Nasionalnya. Hari ini akan ada acara perpisahan sekolah di kawasan hutan. Kemah! Kegiatan asyik 3 hari 2 malam dihawa dingin dan menyenangkan karena berkumpul dengan para teman dan guru. Setelah melewati berbagai kegiatan dengan canda tawa, malam ini dari pukul 8 malam sampai selesai diperbolehkan murid-murid untuk bebas kemana dan ngapain aja tapi harus ingat waktu tentunya! Lima orang sahabat udah berkumpul di tendanya Karin, Calista, dan Rachel. Memulai permainan dengan gambreng, untuk menentukan siapa yang akan dapat jujur. Kali ini Marcel yang kebagian. Pertanyaan diajukan Handy, masih kah Marcel sayang pada Shirley yang sekarang jadi milik Handy. Tentu jawabannya adalah tidak, karena setelah itu ia jujur tentang sesuatu.
"Jujur nih, sebenernya awal kenal dan akrab sama Calista, gue suka sama nih anak. Tapi ya gitu cuma bisa perhatian sama bacot-bacotan. Emang nggak nyadar lu, Lis?" pernyataan itu jelas bikin kaget Calista, dia hanya menggelengkan kepalanya. Beralih ke Rachel yang dapet tantangan berani, dia disuruh kumpulin 10 daun dari pohon berbeda di hutan. Dengan pengawasan keempat sahabatnya, Rachel terpaksa loncat-loncat ketika bertemu pohon yang tinggi malah sudah malam dan suasana gelap. Teganya mereka sama gue! benaknya. Kali ini yang kedapetan jujur adalah Calista. Pertanyaan datang dari Rachel tentang siapa orang yang paling dia keselin diantara mereka. Yah jawabannya..
"si Marcel lah, pake nanya lagi lu. Oke sih sekarang gue lumayan reda soalnya ternyata dia fans gue" pernyataannya hanya membuat Marcel menjitak kepala Calista. Dibarengi tawa dan ledek-ledekkan akibat pernyataan Marcel sebelumnya. Kemudian Handy mendapat giliran berani. Dia disuruh mengambil air sungai yang letaknya lumayan jauh dan harus melewati bagian hutan yang agak menanjak. Sendirian ia menghadapi tantangan itu karena harus sampai di perkemahan dalam keadaan air ada digenggaman tangannya. Sial amat kedapetan tantangan beginian, rutuknya dalam hati. Setelah ia kembali airnya hanya dibuang begitu saja sama seperti daun yang didapat Rachel tadi. Ini yang terakhir! Tentu saja Karin dapet jujur. Pertanyaan datang dari Marcel mengenai siapa sih orang yang disukai Karin selama SMA pasti ada dong, masalahnya Karin ini pendiem dan tertutup banget sama sahabat-sahabatnya. Tapi Karin hanya menggelengkan kepala dengan sesekali mengatakan "nggak ada kok" dibarengi dengan senyumannya. Tapi setelah desakan maut dari kawan-kawan, akhirnya Karin nyerah.
"oke gue jujur, ini udah lama pengen gue omongin juga. Gue suka sama Marcel dari pertama kita kenal. Dan sebenernya surat-surat tanpa nama itu gue yang bikin, waktu itu gue mau jujur tapi kalian udah keburu salah paham sama Shirley yang sebenernya mempersoalkan suratnya yang harusnya kalian sadar sudah ada nama nya disalah satu surat itu. Jadi... Gue minta maaf pernah bikin kita saling berargumen karena surat itu,tapi...." kejujuran itu terhenti ketika bentakan Marcel terdengar. Raut wajah yang sama sekali tidak diharapkan oleh Karin sendiri, mereka selain Marcel hanya menganga tidak percaya sedang Marcel yaaa ini dia sangat marah. Tidak sadar kata-katanya membuat Karin menangis seketika, Marcel langsung menuju tendanya disusul oleh Rachel dan Calista untuk menenangkan Marcel tapi tak dipungkiri mereka kecewa berat sama Karin. Yang ada di sana kini hanya Handy menenangkan Karin. Kejadian semalam membuat kelimanya berdiam diri di bis saat pulang menuju Jakarta.
Berminggu-minggu setelah kejadian itu, tidak ada komunikasi mereka berempat dengan Karin sampai hari dimana Karin mengunjungi rumah Handy dengan pakaian cukup rapi. Ia menitipkan 2 album foto, isinya berbagai ekspresi keempat sahabatnya yang secara sengaja ia ambil ketika mereka tidak sadar, dan yang lainnya saat-saat mereka berkumpul bersama di berbagai tempat. 4 jam lagi ia akan berangkat ke London buat kuliah, sebenernya berat bagi Handy melepas Karin pergi sedangkan gadis itu belum bermaaf-maafan dengan ketiga sahabatnya. Tapi ini pilihan Karin. Malam pukul 1 1, Marcel datang ke rumah Handy bersama Rachel dan Calista dengan senyum sumringah mengajak Handy ke rumah Karin karena berapa jam lagi adalah hari ulang tahun Karin, mau berbicara serius juga dengan nya. Handy langsung menceritakan kedatangan Karin tadi. Betapa menyesalnya Marcel udah diemin Karin berminggu-minggu, mau disusul pun udah telat mungkin sekarang Karin juga udah tidur.
7 tahun kemudian, dunia perkuliahan emang membuat mereka jarang sekali bertemu sampai akhirnya terjadi krisis komunikasi di antara mereka berempat. Karin? Udah bertahun-tahun yang lalu tidak ada satupun akun Karin yang aktif hingga benar-benar kehilang orang itu sampai sekarang. Hari ini pembukaan restoran Handy di Jakarta, restoran mewah pemilik koki handal ini akan dihadiri keluarga kawan ayahnya dari Swiss. Pengusaha coklat terkenal di Swiss. Sebagai pemilik restoran ia menghampiri keluarga itu. Tapi disambut kejutan ketika sang menantu kawan ayahnya itu memanggil namanya. Karin!!!! Itu Karin, ia masih mengingat wajahnya, wanita itu menggendong seorang balita sekitar berumur 2 tahun. Ini momen yang pas ketika asyik ngobrol dengan Karin, ketiga sahabatnya datang menghampirinya. Betapa terkejutnya mereka melihat Karin, tampilannya emang beda dan lebih beda nya lagi ia sudah jadi ibu satu anak laki-laki dengan suami berkebangsaan Swiss. Rachel si pengacara mengeluarkan undangan pernikahannya dengan Zidan dan diberikan ke Karin. Kalo Calista sih udah nikah, tapi suaminya nggak ngikut yah biasa lah dokter kan sibuk. Bahkan harusnya ia ada di New York karena sebagai designer ia harus tetap mengontrol butiknya di sana. Handy dan Shirley sih langgeng udah tunangan tapi masih bingung nentuin tanggal pernikahan sangking sibuknya. Berbeda dengan Marcel yang sejak putus dari Shirley dia belum pacaran lagi sampe-sampe nyokapnya ngejodohin dia sama anak temennya, manis sih tapi jauh lebih manis Karin, ia berhasil menjadi seorang arsitek walau di tengah kuliahnya sempet putus asa karena nggak ada lagi sosok penyemangat dan sosok yang mau mendengar keluhannya seperti Karin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar